Bandar Lampung – Inisiatif Lampung Sehat gelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama 9 Staff Pemegang Program TB dan 9 Staff Keuangan Kabupaten/Kota guna evaluasi capaian di 2022 oleh masing-masing Kab/Kota dan guna mengatur strategi untuk program kerja di tahun 2023 ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur ILS, Staff ILS Provinsi Lampung, Staff Pemegang Program dan Staff Keuangan dari ILS Kota Bandar Lampung, Kab. Lampung Utara, Kab. Lampung Timur, Kab. Lampung Selatan, Kab. Lampung Tengah, Kab. Pesawaran, Kab. Tanggamus, Kab. Pringsewu dan Kab. Tulang Bawang Barat, serta Kabid P2P Dinkes Provinsi Lampung.
Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memastikan bahwa hubungan antara 9 ILS di Kab/Kota dengan fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan berjalan dengan baik dan masing-masing mampu mengambil peran dalam menyukseskan penanggulangan TBC berbasis komunitas terkhusus di provinsi Lampung.
Pertemuan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu Minggu dan Senin, 19 – 20 Februari 2023 di Hotel Horison Lampung. Pada pertemuan pertama, Bapak Sudiyanto, S.Sos selaku Direktur Inisiatif Lampung Sehat berikan sambutan sekaligus membuka acara Rakorwil 2023. (19/02/23)

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait Kondisi Keuangan di tahun 2022 dan Update Pencatatan Pelaporan Keuangan ILS oleh Teo Rendra Arifin,S.E selaku Koordinator Keuangan dan Operasional ILS. Kemudian dilanjutkan dengan materi dari Unit Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) oleh Azharul Fazri Siagian, S.Pd., materi dari Unit DPPM dan PPI dan materi Program dan MEL oleh Reza Zikri Fauzian, S.H. Kemudian pemaparan materi oleh Sri Ulfa Alriani dan Muhammad Iqbal perwakilan dari PR Konsorsium Penabulu-STPI dan sekaligus sesi tanya jawab bersama, serta kegiatan dihari pertama ditutup dengan acara tukar kado oleh masing-masing peserta.
Bapak Sudiyanto, S.Sos berharap seluruh ILS di 9 Kab/Kota dapat meningkatkan capaiannya, seluruh target tercapai untuk semua aspek indikator capaian utama maupun indikator lainnya. “Target kita secara keseluruhan adalah rating B di tahun 2023 ini, ketercapaian keseluruhan minimal 90%. Kita harus saling koordinasi bersama seluruh pihak dan berkontribusi secara maksimal guna ketercapaian tersebut, pungkas Beliau”
Pada pertemuan dihari kedua dihadiri oleh Ibu dr. Lusi Damayanti, MPH selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, beliau memaparkan materi mengenai Kebijakan Program TBC dan update situasi terkini TBC di provinsi Lampung. Kemudian dilanjutkan dengan Sesi diskusi dan tanya jawab bersama Kabid Dinkes Provinsi. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan strategi percepatan capaian program di Quartal 1 tahun 2023 , workplan dan rencana aksi oleh masing-masing Staff Pemegang Program ILS di 9 Kab/Kota. Kemudian acara Rakorwil 2023 ini ditutup dengan penandatanganan SPK oleh masing-masing peserta.

“Saat ini Indonesia menjadi negara dengan peringkat kedua tertinggi mengenai penyakit TBC, naik 1 tingkat dan ini artinya semakin banyak orang-orang yang terkena penyakit TBC di Indonesia, untuk menuntaskan masalah kesehatan ini kita tidak dapat berjalan sendiri, perlu adanya kerjasama beberapa pihak seperti Fasyankes dan Mitra Kerja seperti ILS ini” Pungkas Ibu dr Lusi Damayanti, MPH
Beliau berharap Inisiatif Lampung sehat dapat bekerjasama secara maksimal dengan Dinkes dalam ketercapaian program pemerintah dan penanggulangan TBC di Indonesia ini. Pihak Dinkes akan membantu memberikan logistik dan APD kepada pihak Inisiatif Lampung Sehat, dengan catatan ILS ajukan surat ke Dinkes, jika stok ada maka akan dikirimkan logistik dan APDnya.
“Pihak kami akan adakan pertemuan koordinasi evaluasi kinerja dan koordinasi SDM tingkat provinsi di bulan Februari ini, dan akan menjelaskan kebutuhan ILS dalam pertemuan tersebut serta menjelaskan kendala/permasalahan dalam penanggulangan TBC di Lampung. Kami akan segera memberikan informasi kepada ILS untuk solusinya.”, pungkas Ibu dr. Lusi Damayanti, MPH.



































Discussion about this post