Pada tanggal 12 Oktober 2025, saya bersama rekan-rekan mahasiswa magang BCF CLP Batch 11 dan tim dari Inisiatif Lampung Selatan (ILS) melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Kegiatan ini diadakan di aula kantor Lurah Gunung Sulah dan diikuti oleh warga RT 9 dan LK 3 sebagai bagian dari program RESAKU (Recycle Sakai Sambayan) yang bertujuan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Sebelum pelatihan berlangsung, kami melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah. Dalam kegiatan pra-acara ini, kami memperkenalkan konsep daur ulang minyak jelantah dan manfaatnya bagi lingkungan. Selain memberi pemahaman awal kepada warga, sosialisasi ini juga membantu kami membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Pada hari pelaksanaan, seluruh bahan dan alat sudah dipersiapkan oleh tim mahasiswa: minyak jelantah hasil pengumpulan, parafin, pewarna, essential oil, sumbu, cetakan, serta alat pemanas dan pengaduk sederhana. Kami ingin memastikan setiap peserta dapat langsung mencoba prosesnya tanpa hambatan.
Meski persiapan berjalan lancar, kami tetap menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal koordinasi tim. Mulai dari pembagian tugas, pengaturan waktu, hingga strategi mengumpulkan warga. Namun dari proses tersebut, kami belajar memperbaiki komunikasi dan kerja sama agar kegiatan bisa berjalan efektif.

Saat pelatihan dimulai, suasana aula terasa hidup. Warga mengikuti setiap tahap dengan antusias mulai dari menyaring minyak jelantah hingga mencetak lilin yang sudah diberi aroma. Ketika lilin pertama jadi, banyak warga terlihat senang dan tidak menyangka bahwa minyak bekas yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.
Inisiatif Lampung Selatan (ILS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat. Kehadiran mereka membuat kegiatan ini berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang nyata.
Bagi saya pribadi, kegiatan ini memberikan pengalaman baru tentang bagaimana sebuah pengetahuan sederhana dapat membawa dampak positif. Dari bahan yang sering dianggap tidak berguna, kami bersama warga berhasil membuat produk yang bermanfaat. Kegiatan ini mengajarkan bahwa perubahan dapat dimulai dari hal kecil dan dilakukan bersama.


































Discussion about this post