lampungsehat.org – Dosen Peneliti dari Universitas Pelita Harapan Jakarta melakukan kunjungan, FGD (Focus Group Discussiun) kepada Inisiatif Lampung Sehat untuk mendukung Penelitian dengan Judul “Kajian Pengalaman Mendukung Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis dan Persepri terhadap Video-Observed Theraphy (VOT) Sub Recipient Komunitas”di kantor Inisiatif Lampung Sehat. (17/05/2022). selain itu nantinya rombongan dosen yang di pimpin oleh Ns. Theresia,S.Kep itu juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke 2 (dua) ILS Kabupaten / Kota yaitu Bandar Lampung dan Pringsewu, untuk melakukan penelitian serta kajian kepada Kader dan pelaksana program, pada Rabu (18/05/2022).
dalam paparannya, Theresia menyampaikan terimakasih dan ungkapan syukur karena telah diterima dengan baik oleh Direktur Inisiatif Lampung Sehat dan Tim, “tentunya, yang pertama kami ucapkan terimakasih dan syukur, karena telah diterima dengan sangat baik oleh pak sudi (direktur ils) dan rekan-rekan semua.” ungkapnya.

Theresia juga menambahkan, jika harapannya berkunjung ke kantor ILS dapat menyambung komunikasi dan kerjasama kedepannya tidak hanya dalam penelitian yang sedang dilaksanakan tersebut. pihaknya juga berharap dapat menyelesaikan dengan lancar serta mendapatkan seluruh data dan informasi penelitian yang dituju. “kami berharap penelitian ini dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil (data) yang terbaik, karena kami meyakini ILS sangatlah mumpuni baik secara SDM maupun pengalamannya.” tambah Theresia
menyambung pemaparan dari tim Dosen peneliti tersebut, Sudiyanto, S.Sos selaku Direktur ILS yang didampingi Sekretaris, Bendahara dan Tim Program & MEL ILS Provinsi Lampung menyampaikan terimakasih telah mempercayai ILS sebagai rujukan penelitian, dan berharap kedepan dapat juga memberikan timbal balik dengan memaparkan hasil penelitiannya guna kajian dan evaluasi lembaga.
“terimakasih kepada rekan-rekan semua, yang telah melakukan kunjungan jauh-jauh dari Jakarta ke Lampung, semoga apa yang diharapkan dalam penelitianya kami dapat membantu. harapan kami tentunya, yang paling utama adalah adanya feedback (timbal balik) dengan memberikan hasil penelitian nantinya, guna bahan studi kami.” terang Sudi
“karena kami sering sekali menjadi objek dan sukbjek penelitian, baik mahasiswa, maupun dosen kesehatan dan sosial. tapi selama ini sangat sedikit yang meninggalkan hasil penelitiannya kepada kami.”tambahnya.
selain pelaksanan program tingkat kabupaten dan kader, turut diwawancarai sebagai subjek penelitian manager kasus beserta 2 (dua) orang Pasien Suported / Pendamping Pasien TBC RO (Resisten Obat).

































Discussion about this post