Bandar Lampung – Inisiatif Lampung Sehat hadiri kegiatan pertemuan monitoring dan evaluasi implementasi Public Private Mix (PPM) provinsi Lampung tahun 2022 yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu Senin – Selasa, 17-18 Oktober 2022 dan bertempat di Ballroom Emersia Hotel Bandar Lampung.
Provinsi Lampung menjadi salah satu Provinsi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan Public Private Mix (PPM) yang memiliki daya ungkit capaian Program Tuberkulosis Nasional. Pada tahun 2021 Lampung melaporkan dan mengobati 12.245 kasus TBC dari estimasi 29.508 kasus (41%). Sedangkan pada tahun 2022, sampai dengan 31 Agustus sudah terdapat 8.956 kasus yang ditemukan dan diobati dari 29.473 estimasi kasus yang ada (30.3%). Data ini bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan akses, keterlibatan dan kontribusi fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di wilayah Lampung.

Pada kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Sudiyanto, S.Sos selaku direktur ILS, Azharul Fazri Siagian selaku Manajer Kasus DPPM provinsi Lampung, Meiwan Fathoni selaku Pemegang Program ILS Kab. Lampung Timur. Selain dari ILS, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Kesehatan 15 Kabupaten/Kota, Ketua KOPI TB Provinsi Lampung, Ketua PPTI Provinsi Lampung, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Lampung, Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Wilayah Lampung dan Techincal Officer RSSH Adinkes Provinsi Lampung.

Pada hari pertama disampaikan materi dan penjelasan mengenai kebijakan dan situasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di provinsi Lampung dihari kedua diadakan diskusi kelompok dengan topik Penguatan Kepemimpinan dan Peran LSLP dalam Program TB, Implementasi PPM (Jejaring antar Fasyankes) dan Indikator Capaian Program TBC.
Dengan adanya implementasi PPM, diharapkan kontribusi Fasyankes Swasta terhadap Program Nasional Tuberkulosis terus meningkat secara perlahan dan dapat memberikan kontribusi maksimal guna mendukung program pemerintah dalam pemberantasan penyakit menular Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.


































Discussion about this post