Bandar Lampung – Dalam rangka mengetahui proses pendampingan dan pengobatan pasien TB RO di RSUD Abdul Moeloek, tim Inisiatif Lampung Sehat sapa pasien TB RO. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Dewan Pengawas ILS yaitu Ibu Dwi Setyorini, Staff MEL TB RO ILS yaitu Azharul Fazri Siagian, mahasiswa/i magang Campus Leader Program dari Bakrie Center Foundation Batch 7 yang berasal dari Universitas Lampung serta Pujiyati dan Sayyid Adil selaku Pasien Supporter TB RO di RSUD Abdul Moeleok. 22/08/2023
Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian ILS kepada pasien untuk memberikan motivasi agar semangat dalam menjalani proses pengobatan. Dalam hal ini, kunjungan ini juga merupakan bagian dari dukungan untuk pasien TB RO, karena tidak mudah untuk memotivasi pasien TB RO agar tetap konsisten dan semangat dalam menjalankan pengobatan.
“Demikian halnya kami juga ingin mengetahui sejauh mana proses pendampingan yang dilakukan tim kami yaitu Pasien Supporter (PS) yang ada di RSUD Abdul Muluk”, ucap Ibu Dwi Setyorini.

Sayyid Adil selaku PS TB RO di RSUD Abdul Moeloek menjelaskan tentang obat-obatan dan dosis yang di minum oleh pasien TB RO. Terdapat panduan jangka panjang dan jangka pendek tanpa injeksi. Dalam paduan jangka panjang tahap awal yaitu pasien mengonsumsi 6 macam obat selama 6 bulan, lalu di tahap lanjutan mengonsumsi 4 macam obat selama 12 – 18 bulan. Sedangkan jangka pendek tanpa injeksi, pasien pada tahap awal mengonsumsi 8 macam obat selama 6 bulan, lalu dalam tahap lanjutan mengonsumsi 5 macam obat selama 5 – 6 bulan. Sedangkan dosis obat TB RO itu berbeda-beda, tergantung usia dan berat badan pasien. Usia dibawah 15 tahun dengan usia 15 ke atas berbeda dosisnya dan berat badan pasien juga menjadi tolak ukur dosis obat yang harus diminum.
Dalam kunjungan ini juga dijelaskan mengenai proses pencatatan dan pelaporan pasien TBC yang dimana pihak rumah sakit selalu mencatat pasien-pasien terkonfirmasi TBC, jadwal pengambilan obat dan absen untuk pasien setiap mengambil obat. Setiap pasien sebelumnya sudah diberi buku jadwal untuk pengambilan obatnya, hal ini dilakukan untuk memantau apabila terdapat pasien yang tidak patuh. Dan apabila terdapat pasien yang putus berobat atau menghilang, pihak rumah sakit akan mendatangi rumahnya untuk memastikan pasien meminum obatnya kembali.
Azharul Fazri Siagian menyampaikan bahwa kunjungan ini rutin dilakukan dan nantinya semua RSUD yang ada Poli MDR (TB-RO) di Provinsi Lampung akan kami kunjungi. “Saat ini RSUD yang memiliki poli MDR yang sudah bekerja sama dengan Inisiatif Lampung Sehat yaitu RSUD Abdul Moeloek, RSUD Ahmad Yani Metro, RSUD Pringsewu, RSUD Sukadana, RSUD Bob Bazar Lampung Selatan dan RSUD Demang Sepulau Raya Lampung Tengah. Insya Allah dalam waktu dekat menyusul RSUD Mayjen HM Ryacudu Lampung Utara. Kami juga akan melibatkan mahasiswa/i magang BCF CLP Batch 7 dalam setiap kunjungan untuk mengetahui semua proses pendampingan dan pengobatan pasien TB RO”, tutup Fazri.



































Discussion about this post