Tulang Bawang – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tulang Bawang terus diperkuat melalui kegiatan rapat koordinasi dan monitoring capaian program yang dilaksanakan secara berkala setiap semester. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi progres serta mengidentifikasi tantangan di lapangan.
Rapat tersebut dihadiri oleh Wasor TB Dinas Kesehatan Tulang Bawang, Priyo Gunanto, Direktur ILS Lampung Sudiyanto, PMELC ILS Lampung Dian Sugiyanto, serta para kader ILS Tulang Bawang.
Dalam paparannya, Priyo Gunanto menyampaikan bahwa capaian penanganan kasus terduga TBC pada triwulan pertama (TW1) tahun 2026 masih berada pada angka 14,2 persen dan masuk kategori merah. Sementara itu, cakupan penemuan kasus baru dari target 1.287 kasus masih kurang sekitar 200 kasus. Target notifikasi sebesar 22,5 persen juga belum tercapai.
Meski demikian, Tulang Bawang telah memiliki tujuh alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendukung diagnosis TBC. Selain itu, terdapat program bedah rumah bagi pasien TBC dengan kriteria ekonomi tertentu, yakni masuk dalam desil 4 ke bawah. Kader di lapangan diharapkan dapat mengusulkan pasien melalui ILS Tulang Bawang untuk kemudian dikoordinasikan dengan Wasor TB agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Dian Sugiyanto menyampaikan bahwa saat ini telah memasuki momentum Bulan TBC Sedunia. Dalam rangka itu, akan dilaksanakan program “Sikat TPT” yang berlangsung dari April hingga Juni. Program ini menitikberatkan pada pelacakan dan pemeriksaan kontak serumah pasien TBC.
Ia menambahkan, keterlibatan kader, khususnya ibu-ibu kader, dalam melakukan investigasi kontak (IK) menunjukkan hasil positif. Seluruh anggota keluarga yang terdata berhasil diperiksa, yang merupakan capaian penting mengingat tantangan terbesar adalah memastikan kontak serumah bersedia menjalani pemeriksaan.
Namun demikian, ILS Tulang Bawang juga mengungkapkan sejumlah kendala dalam pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Salah satu hambatan utama adalah masih adanya penolakan dari keluarga pasien, serta stigma di masyarakat yang menganggap TBC sebagai aib.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan dan penguatan peran kader, diharapkan penanganan TBC di Tulang Bawang dapat semakin optimal, sekaligus mengurangi stigma masyarakat terhadap penyakit tersebut



































Discussion about this post