Bandar Lampung – Peran Manajer Kasus sangat penting untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi terkait TB RO. Dalam periode 2021 – 2023, Konsorsium Penabulu-STPI dengan dukungandana The Global Fund mendukung pemerintah dalam mencapai target eliminasi TBC di tahun 2035 sebagai Principal -Recipient (PR) Komunitas yang berfokus pada kegiatan penemuan kasus secara aktif, advokasi, dan pendampingan pasien, termasuk untuk TB resistan obat oleh Tim Manajemen Kasus dari komunitas.
Untuk mendukung itu maka perlunya kapasitas pengelolaan MEL untuk menghasilkan data yang berkualitas, akurat dan lengkap yang sangat penting untuk pengambilan keputusan tentang intervensi atau program mana yang akan diterapkan dan kualitasnya diperkuat. Pencatatan dan pelaporan merupakan indikator keberhasilan suatu kegiatan. Output dari pencatatan dan pelaporan adalah adanya sebuah data dan informasi yang berharga dan bernilai dengan menggunakan metode yang tepat dan benar.
Pelatihan ini diadakan selama lima hari yaitu sejak tanggal 10-15 Desember 2021 di Hyatt Regency Jalan Danau Tamblingan 89 Sanur – Bali. Pelatihan ini diwakili oleh para Manajer Kasus yaitu Ulfatun Nissa, Irma Syafitri, Ardiansyah, Idip Winarko.
Tujuan dari pelatihan ini adalah Manajer Kasus dapat memiliki kemampuan dalam melakukan pencatatan dan pelaporan terkait pendampingan TB RO dan mampu menjelaskan dan mengarahkan patient supporter (PS) serta kader dalam melakukan pencatatan dan pelaporan selama pengobatan hingga sembuh berdasarkan tatalaksana pengobatan yang berlaku.



































Discussion about this post