BANDAR LAMPUNG – Setelah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk kader TB SO (Sensitif Obat), Pelaksana Program eliminasi TB ILS Kota Bandar Lampung kembali mengadakan rapat koordinasi dengan tim TB RO (Resisten Obat) bersama para Pasien Supporter (PS) yang bertugas di RSUD Abdul Moeloek dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo. Rapat ini berlangsung di Kantor ILS Kota Bandar Lampung pada Selasa, 3 September 2024.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Pelaksana Program ILS Bandar Lampung, Pristi Wahyu Diawati; perwakilan pelaksana program ILS Provinsi Lampung, Ardiansyah; tim pelaksana program ILS Bandar Lampung, Dwi Aripin dan Dwi Angga Raharja; serta dua Manajer Kasus (MK), Muhammad Amin Tohari dan Sayyid Adil, bersama Pasien Supporter (PS).
Pristi Wahyu Diawati, menjelaskan bahwa tujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah untuk memantau dan mengevaluasi kinerja Pasien Supporter (PS) yang mendampingi pasien TB RO.
Selain itu, Pristi juga menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan target eliminasi TB RO di Bandar Lampung, seperti persiapan program Puskesmas Inisiasi. Dalam program ini, beberapa PS akan ditugaskan di puskesmas untuk mendampingi pasien TB RO. Hal ini disebabkan oleh rencana RSUD Abdul Moeloek yang akan menjadi Rumah Sakit Permampu, khusus menangani pasien TB RO dengan indikasi klinis yang berat.
Sementara itu, RS A. Dadi telah menjadi rumah sakit rujukan TB RO di Bandar Lampung. Oleh karena itu, di masa depan, pasien TB RO warga Bandar Lampung akan dirujuk ke RS A. Dadi. Hal ini memungkinkan adanya pembagian tugas bagi Pasien Supporter, baik di RSUD Abdul Moeloek, RS A. Dadi, maupun di puskesmas.
Pristi juga menekankan pentingnya kepatuhan para PS terhadap tenggat waktu pelaporan pasien. Selain itu, rapat ini juga membahas tentang Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi pasien TB RO.
Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) adalah upaya untuk mencegah infeksi TB menjadi aktif, terutama bagi individu yang berisiko tinggi. TPT biasanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar bakteri TB tetapi belum menunjukkan gejala penyakit. Sasaran TPT adalah kontak serumah dari pasien TBC yang hasil pemeriksaannya negatif. Selama menjalani TPT, pasien perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau efek samping pengobatan dan kesehatan secara keseluruhan.
Dalam rapat tersebut, Ardiansyah selaku perwakilan pelaksana program TB ILS provinsi lampung juga turut memantau kinerja Pasien Supporter (PS) dan Manajer Kasus (MK). Ardiansyah fokus pada pemantauan pendampingan pasien melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITK) untuk pelaporan PS dan MK.
“Pastikan teman-teman PS benar-benar memahami prosedur pendampingan, baik yang diinput ke dalam sistem melalui SITK maupun dalam laporan tertulis. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman PS atas dedikasi mereka dalam mendampingi pasien, sehingga mampu menekan kasus LTFU (Lost To Follow-Up) pasien TB RO di Bandar Lampung,” ujar Ardiansyah.



































Discussion about this post