Desa Gantiwarno, yang terletak di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program kesehatan. Salah satu upaya terbarunya adalah membentuk Komunitas Desa Peduli Tuberkulosis (TBC), yang bertujuan menanggulangi penyebaran TBC di desa tersebut. Langkah ini diharapkan menjadikan Desa Gantiwarno sebagai Desa Bebas TBC.
Acara pembentukan komunitas ini diinisiasi oleh Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Lampung Timur dan dilaksanakan di Balai Desa Gantiwarno. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader kesehatan, tenaga medis, Posyandu, serta perwakilan ILS dan organisasi komunitas setempat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Gantiwarno, Bapak Alex Royadi, menyampaikan bahwa penyakit TBC masih menjadi tantangan besar di wilayah mereka. “Melalui komunitas ini, kami berharap masyarakat lebih memahami cara mencegah dan mengobati TBC, sekaligus mengurangi stigma yang menghambat pasien untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan,” ujar Alex.
Komunitas Desa Peduli TBC ini berfungsi sebagai pusat informasi dan komunikasi antara masyarakat dan fasilitas kesehatan. Selain itu, komunitas ini bertujuan memberikan dukungan sosial dan emosional kepada pasien TBC serta keluarga mereka. Dalam pelaksanaannya, komunitas akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengadakan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta kegiatan lain yang mendukung pemberantasan TBC.
Ketua Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Lampung Timur, Meiwan Fathoni, menyambut baik pembentukan komunitas ini. “Langkah ini merupakan contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam pemberantasan TBC. Kami siap mendukung setiap kegiatan komunitas ini, termasuk dalam mendeteksi dini gejala TBC di masyarakat agar pasien segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kapasitas calon pengurus komunitas, acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu:
Bapak Darmawan Purba, S.IP., M.IP., Dosen FISIP Universitas Lampung, yang membawakan materi tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi.
Bapak Fachrudin Anshori, Pendamping Desa Kecamatan Pekalongan, yang memberikan materi Advokasi Kebijakan Anggaran.
Komunitas ini akan mengadakan pertemuan rutin setiap bulan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan menyusun rencana selanjutnya. Dengan adanya Komunitas Desa Peduli TBC, diharapkan kasus TBC di Desa Gantiwarno dapat ditekan, dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan serta menjalani pengobatan yang tepat semakin meningkat.



































Discussion about this post