Bandar Lampung, 21 Mei 2025 – Dalam rangka mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030, Pelaksana Program TB Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Kota Bandar Lampung telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk menggelar kegiatan “Skrining Intensif Kontak Serumah, Akhiri TBC dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis” (SIKAT TPT) bersama seluruh Kader Kesehatan Inisiatif Lampung Sehat (ILS) dan petugas puskesmas, Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 28 Mei 2025 di 26 titik layanan kesehatan di wilayah Kota Bandar Lampung.
SIKAT TPT menyasar kontak serumah pasien TBC yang memiliki risiko tinggi tertular karena durasi dan intensitas kontak yang tinggi dengan penderita. Salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan adalah pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala TBC aktif dan tidak memiliki kontraindikasi medis.
“Pelaksanaan investigasi kontak dan pemberian TPT menjadi bagian penting dari dukungan Program eliminasi TB dalam mendeteksi kasus aktif dan mencegah penyebaran lebih lanjut di tingkat rumah tangga,” ujar Pristi Wahyu Diawati PMel Staff ILS Kota Bandar Lampung.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak sedikit. Capaian pemberian TPT secara nasional pada tahun 2024 hanya mencapai 19% dari target 50%. Hambatan terbesar di lapangan antara lain adalah rendahnya partisipasi kontak serumah yang hadir ke layanan kesehatan, masih kuatnya stigma terhadap TBC di masyarakat, serta kesiapan layanan dalam menginisiasi terapi pencegahan.
Kegiatan SIKAT TPT ini dilaksanakan di berbagai puskesmas strategis, seperti Puskesmas Kedaton, Puskesmas Way Halim I dan II, Puskesmas Sukabumi, hingga Puskesmas Rajabasa Indah dan Campang Raya, menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kota Bandar Lampung.
Dengan keterlibatan kepala puskesmas dan PJ Tuberkulosis Puskesmas, kader Kesehatan ILS, dan dukungan dari komunitas, diharapkan program ini dapat meningkatkan cakupan TPT, mempercepat penemuan kasus aktif, serta mengikis stigma yang masih melekat pada penyakit TBC.



































Discussion about this post